A. Proyeksi Kebutuhan

Proyeksi kebutuhan Pengawas Sekolah 5 (lima) tahun mendatang dilakukan dengan memperhatikan jumlah Pengawas Sekolah yang memasuki usia pensiun/mutasi pada jabatan lain, pembangunan unit sekolah baru, jumlah Satuan Pendidikan, jumlah guru, kesesuaian jenjang dan jenis satuan pendidikan. Kesesuaian jenjang dan jenis satuan pendidikan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  1. Pengawas Sekolah dengan bidang pengawasan TK diangkat dari guru TK atau Kepala TK.
  2. Pengawas Sekolah dengan bidang pengawasan SD diangkat dari guru SD atau Kepala SD.
  3. Pengawas Sekolah dengan bidang pengawasan PLB diangkat dari guru SLB atau Kepala SLB
  4. Pengawas Sekolah dengan bidang pengawasan SMP diangkat dari guru SMP atau Kepala SMP.
  5. Pengawas Sekolah dengan bidang pengawasan SMA diangkat dari guru SMA atau Kepala SMA.
  6. Pengawas Sekolah dengan bidang pengawasan SMK diangkat dari guru SMK atau Kepala SMK

Hasil proyeksi kebutuhan Pengawas Sekolah menjadi patokan jumlah Calon Pengawas Sekolah yang harus disiapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dengan persetujuan Direktur Jenderal. Proyeksi harus dilakukan secara cermat agar kebutuhan Pengawas Sekolah di semua jenjang pendidikan dapat terpenuhi.

B. Seleksi

a. Seleksi Administrasi

Seleksi administrasi merupakan penyaringan Bakal Calon Pengawas Sekolah melalui pemeriksaan kelengkapan dokumen yang akan dijadikan bahan penilaian sebagai bukti bahwa Bakal Calon Pengawas Sekolah bersangkutan telah memenuhi persyaratan. Persyaratan untuk menjadi bakal calon pengawas sekolah sebagai berikut:

  1. Masih berstatus sebagai guru dan memiliki sertifikat pendidik dengan pengalaman mengajar paling sedikit 8 (delapan) tahun atau guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah paling sedikit 4 (empat) tahun sesuai dengan satuan pendidikannya masing-masing.
  2. Berijazah paling rendah Sarjana (S-1)/Diploma IV;
  3. Memiliki keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan bidang pengawasan;
  4. Memiliki pangkat paling rendah penata, golongan ruang III/c;
  5. Usia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun;
  6. Lulus seleksi calon pengawas sekolah;
  7. Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional calon pengawas sekolah dan memperoleh sttpp; dan
  8. Setiap aspek penilaian perilaku kerja pada penilaian prestasi kerja pegawai negeri sipil paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir untuk setiap aspek penilaian perilaku kerja

Berdasarkan persyaratan di atas, maka dokumen persyaratan yang harus dilengkapi pada seleksi administrasi adalah sebagai berikut:

  1. Surat lamaran
  2. Data riwayat hidup : Data riwayat hidup yang memuat data:
  • kepegawaian;
  • sertifikat pendidik;
  • kualifikasi akademik;
  • keikutsertaan dalam pendidikan dan pelatihan selama menjadi guru PNS atau kepala sekolah dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir;
  • pengalaman menjabat sebagai kepala sekolah apabila yang bersangkutan pernah menjabat sebagai kepala sekolah;
  • prestasi akademik dan non akademik dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir;
  • pembimbingan teman sejawat misalnya pembimbing guru pemula, atau pembimbing peserta didik misalnya Pembimbing/Pembina OSN dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir; dan
  • Penilaian Prestasi Kerja PNS dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir.
  • Data pendukung sebagai wakil kepala sekolah/kepala laboratorium/ ketua program/kepala bengkel/kepala perpustakaan/ koordinator PKB-PKG/pembina kegiatan ekstrakurikuler/pembina OSIS/ketua tim pengembang kurikulum tingkat satuan pendidikan dan/atau pengalaman manajerial lainnya di bidang pendidikan.

Pelaksanaan seleksi administrasi dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dengan melibatkan pengawas sekolah dari satuan pendidikan asal. Guru atau kepala sekolah pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi disebut sebagai Bakal Calon Pengawas Sekolah selanjutnya dapat mengikuti seleksi substansi.

b. Seleksi Substansi

Seleksi substansi Bakal Calon Pengawas Sekolah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal c.q. LPPKS. Bagi Bakal Calon Pengawas Sekolah yang dinyatakan lolos seleksi substansi dapat mengikuti Diklat Fungsional Calon Pengawas Sekolah. Bakal Calon Pengawas Sekolah yang dinyatakan tidak lolos seleksi substansi, dapat mengikuti seleksi substansi kembali paling banyak 1 (satu) kali pada tahun berkenaan. Apabila masih tidak lolos dalam seleksi substansi, maka status Bakal Calon Pengawas Sekolah dinyatakan gugur dan dapat melamar kembali sebagai Bakal Calon Pengawas Sekolah pada tahun berikutnya.

Sumber: Salinan Perdirjen GTK-Kemendikbud, No. 24907/B.B13/HK/2018