naseht ayah

NAK, belajarlah pada gerimis yang menjadikan hujan perihal deret aritmatika yang tak akan pernah ada batasnya. Belajarlah pada udara yang menjadi cuaca, perihal kajian fisika yang berhubungan temperatur suhu agar kau mahir menafsir gejala.

Sekolah terbaik hanya ada di alam, sebab guru terbaik ialah pengalaman. Perihal seragam dan nilai rapor tak perlu kau risaukan, sebab pemberi nilai terbaik hanyalah Tuhan.

Bergurulah pada apa yang kau dengar, agar telingamu peka bahwa kesombongan ilmu tidaklah benar. Bergurulah pada apa yang kau lihat, agar tidak kau tiru orang yang menjadikan pengetahuannya sebagai muslihat. Bergurulah pada apa yang kau rasa, agar nuranimu lebih peka membaca tanda dan petanda dari yang kuasa.

Nak, sekarang zamannya orang-orang lebih suka berbicara daripada mendengar. Padahal pendengar yang baik akan terhindar dari kebiasaan berdusta, menggunjing, mengumpat dan mengobrol yang tiada berguna. Dari itu berpedomanlah pada Baginda Rasulullah yang bertanya kepada para sahabat, “Amal apakah yang paling dicintai Allah?” Para sahabat terdiam. Kemudian, Rasulullah bersabda, “Amal tersebut adalah menjaga lisan.”

Dari itu, apabila kedewasaan lisanmu belum sempurna, baiknya pergunakan telingamu untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Ambil yang bermanfaat, buang yang membawa mudharat (keburukan), lalu setelah dirimu pelajari dengan sungguh-sungguh perihal kebenaran dari yang dirimu dengar, sampaikanlah ujaran kebenaran itu dengan lisanmu sendiri sebagai kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.

Nak, teruslah belajar. Pergunakan ilmumu untuk menaikkan derajat orang lain dengan pengetahuan yang dirimu kuasai. Yakinlah saat derajat orang itu terangkat, ada kebaikan dari Tuhan yang akan menghampirimu dengan cara yang lain. Percayalah, warisan terbaik dalam hidup salah satunya ilmu yang bermanfaat.

Ayah ucapkan, selamat bertambah dewasa. Bukan dari usia, tetapi dari cara berpikir dalam menyikapi segala permasalahan hidup di dunia. Kedewasaan dari segi usia itu sebuah kepastian, tetapi kedewasaan dalam pola pikir itu bersumber dari pelatihan. Teruslah berlatih, anakku, doa ayah menyertaimu. [] sumber:Islampos