Sebagaimana diketahui, istri-istri orang beriman yang masuk surga akan dipertemukan dan dikumpulkan kembali dengan suami mereka sewaktu di dunia. Mereka akan kembali hidup bersama dengan anak-anak juga keluarga mereka sebagaimana mereka hidup sewaktu di dunia.

Allah subhanahu wa ta’la berfirman,

(جَنَّاتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ. (الرعد: 23

“(Yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya.” (QS. ar-Ra’d: 23)

Namun, adakalanya seorang istri yang ditinggal wafat oleh suaminya di dunia, demi melanjutkan hidup maka ia akan kembali menikah dan memiliki suami yang baru.

Bahkan, bukan hal yang tak mungkin seorang istri meninggal dengan kondisi pernah beberapa kali menikah dan memiliki suami lebih dari satu.

Dalam kondisi demikian, bersama siapakah kelak ia akan dikumpulakan di surga jika ia seorang istri yang salehah?

Abu Ali al-Harani, dalam Tarikh ar-Riqqah, meriwayatkan dari Maimun ibn Mahrawan, ia menceritakan, “Mu’awiyah ibn Abi Sufyan r.a. melamar Ummu Darda, tetapi Ummu Dardamenolak untuk menikah dengannya dan berkata: ‘Aku mendengar bahwa Abu Darda` berkata: ‘Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْأَةُ فِى آخِرِ أَزْوَاجِهَا، أَوْ قَالَ: لِآخِرِ أَزْوَاجِهَا.

Perempuan itu mengikuti suaminya yang terakhir.’ Atau beliau bersabda: ‘Perempuan itu untuk suaminya yang terakhir’.”

Hadis ini memiliki dua hadis penguat (syahid).

Pertama, diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Ikrimah bahwa Asma` binti Abu Bakar menjadi istri Zubair ibn ‘Awwam dan Zubair adalah suami yang keras terhadapnya.

Asma` menemui ayahnya dan mengadu kepadanya.

Namun, sang ayah berkata, “Wahai putriku, bersabarlah, karena jika seorang perempuan memiliki suami yang saleh kemudian ia mati meninggalkan sang istri dan si istri tidak menikah sepeninggal suami, maka keduanya akan dikumpulkan di dalam surga.”

Rijal hadis ini tsiqah, tetapi hadis ini adalah mursal karena Ikrimah tidak pernah menjumpai Abu Bakar selain mendengar dari Asma`.

Hadis yang lain diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam as-Sunan, bahwa Hudzaifah berkata kepada istrinya, “Jika engkau ingin menjadi istriku di surga, janganlah engkau menikah sepeninggalku karena di surga perempuan itu untuk suaminya yang terakhir di dunia.” (Tahqiq ini kami kutip dengan sedikit ringkas, dari: Silsilat al-Ahadis ash-Shahihah, Syaikh Nashiruddin, 3/275, nomor: 1281)

Karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala mengharamkan para istri Nabi shalallahu alaihi wa sallam untuk menikah lagi sepeninggal beliau sebab mereka adalah para istri beliau di akhirat.

Wallahu a’lam bishawab. []

Sumber: Surga dan Neraka | Karya: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar | Penerjemah: Kaserun AS. Rahman & Inspirasidata.com