jose-eduardo-dos-santos_20170824_102828
Jose Eduardo dos Santos (Sumber: Tribunnews.com)

Kekuasaan (power) merupakan kapasitas yang dimiliki A untuk memengaruhi prilaku B sehingga B melakukannya sesuai keinginan A. Aspek yang paling penting dari kekuasaan adalah apakah terdapat fungsi ketergantungan. Semakin besar ketergantungan B terhadap A, semakin besar kekuasaan A dalam hubungan tersebut. Ketergantungan berdasarkan pada alternatif  yang diterima A dan seberapa penting bagi B mengenai altrnatif kontrol A. Seseorang dapat memiliki kekuasaan atas Anda hanya jika dia memiliki kontrol terhadap apa yang anda inginkan..

Alkisah, Jose Eduardo dos Santos, Presiden negara kaya minyak di Afrika, Angola (Tribunnews.com). Bulan ini, dia lengser dari jabatan itu setelah berkuasa selama 38 tahun, tepatnya sejak September 1979. Do Santos adalah anak tukang batu yang bergabung ke Partai Gerakan Rakyat untuk Pembebasan Angola, MPLA, saat masih berusia belia.

Dengan cepat kariernya naik, ketika Angola merebut kemerdekaan dari Portugal pada tahun 1970-an.Pada 1979, menyusul meninggalnya pemimpin Angola, Agostinho Neto, karena kanker, Dos Santos disumpah menjadi Presiden.

Fakta ini menunjukkan, sebagai salah satu pemimpin negara paling lama, Dos Santos naik ke puncak kekuasaan tanpa melalui pemilihan oleh rakyat.Masa jabatannya sebagai Presiden hanya kalah dari pemimpin Guinea Khatulistiwa, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo.

Sejumlah pegiat di Angola mengatakan pemusatan kekuasaan di satu tangan membuat Dos Santos mampu bertahan lama. Politisi berusia 74 tahun ini mengangkat jenderal-jenderal angkatan bersenjata dan hakim-hakim senior di lingkungan peradilan. 

“Mereka yang dianggap sebagai lawan-lawan politik dilemahkan,” kata pegiat LSM, Elias Isaac kepada harian Inggris, The Guardian. “Para lawan politik, baik itu jenderal, polisi, maupun politisi, ia lemahkan. Para lawan diberi berlian, bidang usaha, dan kekayaan,” ungkap Isaac.

Hingga era 1990-an MPLA, sebagai partai berkuasa, memiliki kewenangan besar. Namun sejak itu kekuasaan dikonsentrasikan dan dikonsolidasikan ke tangan Dos Santos. 

Faktor lain yang membuat sosoknya kalah terkenal dibandingkan pemimpin Zimbabwe Robert Mugabe atau Mobutu Seseseko dari Zaire/Republik Demokratik Kongo adalah gaya hidupnya yang tidak flamboyan. Ia adalah sosok yang low profile, bahkan tak banyak yang pernah melihat foto ruang kerjanya sebagai presiden.

“Berapa kali ia memberikan wawancara? Sangat sangat sedikit. Saya tak pernah melihatnya difoto di ruang kerjanya, tak banyak yang tahu soal dia.” Demikian kata wartawan dan aktivis Angola, Rafael Marques de Morais kepada The Guardian.

Selain itu, Dos Santos sangat menghindari mengkritik negara-negara lain.

Pada pekan terakhir Agustus, Angola menggelar pemilihan umum untuk mencari pengganti Dos Santos. Meski nantinya ia tak lagi menjabat sebagai Presiden, bukan berarti pengaruhnya di bidang politik dan ekonomi akan berkurang. Demikian analisa wartawan BBC di ibu kota Luanda, Clare Spencer.Ia akan tetap memimpin MPLA, dan presiden baru nanti tak bisa memecat kepala kepolisian, panglima militer, atau kepala badan intelijen selama delapan tahun ke depan.

Dengan kata lain, orang-orang yang menduduki posisi tersebut, yang diangkat sendiri oleh Dos Santos, tetap berkuasa. “Mekanisme ini secara jelas diatur dalam undang-undang yang diloloskan hanya sebulan sebelum pemilu,” ujar Spencer.

Menurut laporan Bloomberg, para anggota parlemen juga menjamin kekebalan dari semua tuntutan hukum bagi Dos Santos, selain satu kursi di Dewan Republik. Pengamat politik Angola, Dalvan Costa mengatakan jabatan dan impunitas ini pada dasarnya ‘membuat Dos Santos tetap berkuasa, meski tak secara total.

Dalam kalimat mantan Perdana Menteri Marcolino Moco, Dos Santos menutup pintu tapi masih memegang kunci. Sementara itu, anak-anak Dos Santos masih akan tetap memegang posisi-posisi penting di Angola.Putrinya, Isabel, adalah miliarder yang mengepalai perusahaan minyak negara, Sonangol, dan menurut majalah Forbes adalah perempuan terkaya di Afrika. 

Saudara laki-laki, Isabel, Jose Filomeno, adalah figur penting di badan yang diberi tanggung jawab menentukan investasi dari penerimaan minyak. Dos Santos dipuji karena mendorong stabilitas di Angola.Namun, dia juga menghadapi kritik karena dianggap gagal memaksimalkan penerimaan minyak untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata.  Keputusannya mengangkat Isabel sebagai Direktur Sonagol juga membuat lembaga Transparansi Internasional menuduh Dos Santos melalukan nepotisme.

Bagaimana MPLA, partai pimpian Dos Santos, menjawab tuduhan ini? Jurubicara MPLA mengatakan, Dos Santos adalah figur yang dicintai rakyat terbukti dengan kemenangan di pemilu terakhir pada 2012. “Kalau ia dipilih oleh rakyat, apa ini salah? Ia disambut baik ketika berada di Eropa dan Amerika,” kata Jurubicara tersebut.(Glori K. Wadrianto/BBC Indonesia).

Catatan Akhir:

Untuk mengelola dan mengatur konflik secara efektif dan efisien maka pimpinan harus dapat menunjukkan secara tepat dalam sebuah manajemen keberadaan konflik agar pengambil kebijakan tingkat bawah (user) dapat memilih cara yang tepat untuk menyelesaikan suatu konflik. Untuk itu para user harus mengetahui pula intensitas dan derajat konflik, sebab dengan mengetahui intensitas atau derajat konflik, maka user akan dapat menentukan terapi yang tepat dan manjur yang dapat dilakukan secara sistematis, terprogram dan terarah dalam suatu urutan dan langkah-langkah operasional sehingga konflik yang ada sangat fungsional (berpengaruh positif) bagi kinerja suatu pemerintahan yang dipimpinnya..