PENGAWAS SEKOLAH

Pengawas sekolah berfungsi sebagai supervisor baik supervisor akademik maupun supervisor manajerial. Sebagai supervisor akademik, pengawas sekolah berkewajiban untuk membantu kemampuan profesional guru agar guru dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sebagai supervisor manajerial, pengawas berke­wajiban membantu kepala sekolah agar mencapai sekolah yang efektif. Pembinaan dan pengawasan merupakan tugas tugas pokok pengawas sekolah. Hal ini sejalan dengan kompetensi yang harus dimiliki pengawas sekolah, yakni kompetensi: 1) kepribadian,  2) supervisi manajerial,  3) supervisi akademik, 4) evaluasi pendidikan, 5) penelitian dan pengembangan, dan 6) sosial. Pengawas Sekolah juga memberikan pertimbangan kepada Kepala Dinas Pendidikan tentang guru  yang layak diangkat menjadi kepala sekolah dan menilai kinerja kepala sekolah, yang kesemuanya tentu harus sesuai dengan peraturan yang ada.  Oleh sebab itu, pengawas harus memiliki kualifikasi dan kompetensi yang lebih unggul dari guru dan kepala sekolah.                           

Siapakah atasan pengawas sekolah?

Atasan langsung pengawas sekolah adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari perpanjangan tangan Kepala Dinas adalah Koordinator Pengawas. Pengawas sekolah mempertanggungjawabkan hasil kepengawasannya hanya kepada Kepala Dinas Pendidikan melalui Koordinator Pengawas. Saat ini, karena ketidaktahuan tentang atasan pengawas, ada kepala bagian atau kepala bidang/kepala seksi, bahkan kepala dinas kecamatan memerintah pengawas atau yang memberikan penilaian atas pengawas. Hal itu tentu salah prosedur. Yang sebenarnya adalah para pejabat di lingkungan dinas pendidikan merupakan mitra kerja atau jalur koordinasi dengan pengawas sekolah. Yang berhak membuat SKP/DP3 pengawas sekolah adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, bukan kabag/kasi atau kepala dinas kecamatan.

Bagaimana kualifikasi  pengawas sekolah?  

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 12 tahun 2007, kualifikasi pengawas untuk satuan TK/SD minimal S1, sedangkan untuk pengawas SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK adalah minimal S-2 Kependidikan dengan berbasis sarjana (S-1) dalam rumpun mata pelajaran yang relevan pada perguruan tinggi terakreditasi. Pengawas untuk SMP/MTs adalah  Guru SMP/MTs bersertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di SMP/MTs atau kepala sekolah SMP/MTs dengan pengalaman kerja minimum empat tahun, untuk menjadi pengawas SMP/MTs sesuai dengan rumpun mata pelajarannya;

Pengawas untuk SMA/MA adalah guru SMA/MA bersertifikat pendidik sebagai guru dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di SMA/MA atau kepala sekolah SMA/MA dengan pengalaman kerja minimum empat tahun, untuk menjadi pengawas SMA/MA sesuai dengan rumpun mata pelajarannya;

Pengawas untuk SMK/MAK adalah guru SMK/MAK bersertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di SMK/MAK atau kepala sekolah SMK/MAK dengan pengalaman kerja minimum empat tahun  tahun, untuk menjadi pengawas SMK/MAK sesuai dengan rumpun mata pelajarannya;

Di samping itu, syarat berikutnya yang harus dipenuhi oleh calon pengawas SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK adalah 1) memiliki pangkat minimum penata, golongan ruang III/c; 2) berusia setinggi-tingginya 50 tahun, sejak diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan; 3) memenuhi kompetensi sebagai pengawas satuan pendidikan yang dapat diperoleh melalui uji kompetensi dan atau pendidikan dan pelatihan fungsional pengawas, pada lembaga yang ditetapkan pemerintah; dan 4). lulus seleksi pengawas satuan pendidikan.

Karena pengawas merupakan konsultan bagi sekolah dan guru binaannya secara otomotis yang diutamakan adalah guru yang pernah menjadi instruktur mata pelajaran, guru berprestasi, dan kepala sekolah berprestasi.

Dilihat dari peraturan yang ada tentang persyaratan untuk menjadi pengawas sekolah, sudah selayaknya pejabat pengambil keputusan harus benar-benar memahami tentang aturan pengangkatan pengawas sekolah. Dengan demikian, tidak akan ada lagi istilah guru, kepala sekolah yang tidak berprestasi  atau pegawai struktural yang dipengawaskan karena tidaklah mudah untuk diangkat menjadi pengawas sekolah.

Download Berkas dan Dokumen persyaratan untuk menjadi pengawas Sekolah.. DISINI…