Akhir-akhir ini di berbagai media sosial rame banget dibahas tentang bumi yang berbentuk datar (flat earth). Ga cuma di Indonesia, di Amerika pun pandangan bumi datar pun sempet rame dan cukup banyak dipercaya oleh beberapa kalangan. Guru-guru yang diharapkan bisa men-counter hal ini ga jarang ikut-ikutan terbawa arus.

Berikut ini curhatan salah satu siswa di email zenius:

” Zenn, plis banget kali ini saya minta bikin artikel tentang mana yang benar antara bumi datar atau bumibulat (gak bulat bgt sih). Sekolah saya udah gaduh. Guru-guru saya udah mulai percaya teori bumi datar. Angkatan kakak kelas saya juga udah mulai gabener. Masa promosi ekskul malah nyinggung-nyinggung kalo bumi itu datar. Masalahnya bawa-bawa ayat-ayat kitab agama tertentu. Saya cuma takut kita anak-anak Indonesia pemikirannya malah mundur. Karena udah terjadi di lingkungan sekolah saya. pliss banget zenn biar semua cerah terang benderang. Gaada lagi propaganda benci negara-negara tertentu karena membeberkan teori bohong. plissss zen saya mohon dengan sangat. Kalau bisa narasumbernya dicantumkan (yang terpercaya). mohon ya zennn..”

Sampe segitunya ya… yuk kita simak ulasan berikut..

Jika kita berada di kubu bumi bulat, maka Anda pasti pernah merasakan frustrasinya berdebat dengan seseorang dari kubu bumi datar. Apa pun sanggahan yang Anda lontarkan dianggapnya sebagai bagian dari konspirasi NASA.

Di abad ke-21 ini, apakah dia dan kubu bumi datar lainnya benar-benar serius mempercayai teori tersebut? Bila demikian, bagaimana hal ini bisa terjadi?

Walaupun teori mereka terdengar mustahil di telinga dan kepala Anda, tetapi kepercayaan kaum bumi datar bukanlah sesuatu yang mengejutkan bagi pakar psikologi seperti Karen Douglas.

Psikolog dari University of Kent, Britania Raya, yang mempelajari psikologi dari teori konspirasi ini berkata bahwa kepercayaan kaum bumi datar mengikuti teori konspirasi lain yang telah dia pelajari.

Dikutip dari Live Science 30 Mei 2017, Douglas mengatakan, menurutku, orang-orang ini benar-benar percaya bahwa bumi berbentuk datar. Aku tidak melihat tanda-tanda bahwa mereka membuat-buat ide tersebut untuk alasan lainnya.

Douglas lalu menjelaskan bahwa secara umum, teori konspirasi memiliki dua karakteristik yang sama. Pertama, mereka adalah teori alternatif mengenai sebuah kejadian atau masalah serius. Kedua, mereka biasanya memberikan semacam penjelasan mengapa kebenaran dari kejadian atau masalah tersebut harus ditutupi.

“Salah satu daya tarik dari teori konspirasi adalah kemampuan untuk menjelaskan sebuah kejadian besar tanpa perlu detail-detail yang lengkap. Kekuatannya justru berada pada fakta bahwa teori-teori ini tidak memiliki kejelasan yang pasti,” ucapnya.

Namun, kegigihan dan kepercayaan diri para kaum bumi datar dalam berargumen membuat teori mereka lebih menarik daripada yang seharusnya.

“Jika Anda dihadapkan dengan pandangan minoritas yang diungkapkan dengan cara yang cerdas dan sang pembicara memiliki opini yang sangat kuat, maka teori tersebut bisa menjadi sangat berpengaruh. Para psikolog menyebut hal ini sebagai pengaruh minoritas,” ujar Douglas.

Ilmuwan Newton Salah Kaprah Tentang Teori Gravitasi..!!

Sekitar tahun 600 SM, Phytagoras mengatakan bahwa bumi itu bulat. Pada masa itu pendapat Phytagoras memang terdengar konyol, tapi ini adalah langkah pertama yang membuat manusia lebih memahami bumi. Pada abad pertengahan, masyarakat dan para ilmuwan sudah paham bahwa bumi itu bulat, meski konsep kalau bumi bukanlah pusat tata surya masih belum bisa diterima sepenuhnya.

Inilah beberapa klaim yang mereka ungkapkan soal ‘fakta’ versi mereka bahwa bumi itu datar dan selama ini manusia telah dibohongi:

Katanya: Gambar Luar Angkasa itu Palsu.

Amerika-dan-Laut-Atlantik-dilihat-dari-luar-angkasa

NASA ataupun badan antariksa lainnya sudah sering memotret gambar bumi dari luar angkasa. Nggak usah susah nyari tampilan bumi dari luar angkasa, tinggal intip saja di google earth dan kamu bisa tahu bentuk bumi dan tatanan geografisnya itu seperti apa. Jelas-jelas bulat, kan? Nah, para penganut ‘bumi datar’ ini percaya bahwa foto-foto tersebut cuma kebohongan belaka alias palsu. (Bagi mereka, semua foto dan rekaman video tersebut cuma photoshop atau hasil rekayasa animasi CGI. Padahal kalau dipikir, ngapain badan antariksa buang-buang uang dan waktu cuma buat motret foto atau bikin rekaman streaming berhari-hari seperti itu? Bagaimana juga semua orang bisa percaya bumi bulat sejak abad 600 SM? Kalau ini konspirasi, bagaimana caranya meyakinkan orang di seluruh dunia pada masa-masa ketika satu wilayah dan wilayah lain masih berperang atau masih jarang saling mengunjungi?)

Katanya: Antartika adalah dinding Es tak Tertembus

Kira-kira-beginilah-gambaran-bumi-jika-dilihat-dari-atas-menurut-Flat-Earth-Society

Bagi mereka, bumi itu berbentuk seperti piring dengan kutub utara berada di tengah atau pusatnya dan di bagian pinggirnya adalah dinding es tebal yang mengelilingi bumi. Menurut mereka, dinding es inilah yang mencegah agar air laut nggak tumpah. Bisa saja ada sesuatu di balik es tersebut, atau mungkin juga lapisan es tanpa batas. ( Ada juga teori yang mengatakan bahwa di balik dinding es itu dikelilingi lautan lagi. Di sanalah terletak benua yang terlarang, Antichtone. Mengingat kini sudah banyak orang yang berkunjung ke Kutub Selatan dan bahkan telah menjadi tempat kunjungan wisata, aneh saja kalau masih ada yang percaya konsep dinding es tanpa batas ini.)

Katanya : Gravitasi Bumi itu Tidak Ada.

Apel-jatuh

Planet yang datar nggak akan mendukung hukum gravitasi, sehingga bagi mereka gravitasi itu juga nggak ada. Sebagai gantinya adalah Universal Acceleration alias UA. Menurut UA, bumi yang datar ini terus bergerak ke atas seperti kapal roket yang besar. Jadi prinsipnya, ketika kamu lompat, maka kamu akan mendarat lagi di tanah. Bukan karena kamu jatuh, tapi karena bumi yang bergerak ke atas. ( Satu teori mereka menyebutkan ada lapisan energi gelap di bawah bumi yang terus mendorong bumi naik. Meski begitu, nggak ada yang tahu bagaimana cara kerjanya. Mereka juga nggak bisa menjelaskan bagaimana burung yang terbang nggak nabrak bumi. Nggak mungkin juga mereka terbang terus vertikal untuk menghindari tabrakan dengan bumi yang juga terus naik. )

Katanya: Bumi Nggak punya Lengkungan.

Peta-dunia-EPS-puzzle-mainan-3D-puzzle-perjalanan-di-seluruh-dunia

Salah satu argumen paling ngotot yang mereka ungkapkan adalah, “kalau bumi bulat, mengapa saat melihat ke ufuk yang kelihatan cuma garis datar dan bukan melengkung? Seandainya bumi bulat, pasti ada lengkungan di suatu tempat karena bola juga terlihat melengkung,” ( Oke, yang bikin gagal paham adalah skala dan posisi nggak diperhitungkan dalam konsep mereka. Dari dataran berbentuk lingkaran yang sangat luas, pandangan manusia yang sangat kecil jika dibandingkan dengan bumi akan melihat garis datar karena apapun di balik lengkungan ada di bawah garis horizon. Jadi nggak bakal kamu bisa lihat lengkungannya )

Katanya : Matahari Jaraknya nggak Sejauh itu.

4

Menurut mereka, matahari jaraknya cuma 4.800 km dan cuma selebar 51 kilometer. Bentuknya bukan seperti matahari yang banyak dipercaya masyarakat, tapi berupa lampu antar dimensi raksasa yang bergerak memutar dan bercahaya di permukaan datar seperti mercusuar. ( Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, mereka percaya kalau bumi itu datar dengan kutub utara di tengah dan dinding es di bagian luar. Nah, matahari  bergerak perlahan memutar searah jarum jam, itulah yang mereka percayai penyebab siang dan malam. )

Begitu Katanya: Anda Percaya? ataukah daya nalar mereka yang sudah mulai datar..? ha..ha..ha..

sumber : https://kabarmenyebar.blogspot.com / http://nationalgeographic.co.id / https://www.zenius.net